Menulis di Atas Pasir
Kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.
Di tengah perjalanan mereka bertengkar dan salah seorang tanpa dapat menahan diri menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tetapi dengan berkata – kata, dia menulis di atas pasir, “Hari ini, sahabat terbaikku menampar pipiku.”
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang untuk menyejukkan galaunya. Namun, ternyata oasis tersebut cukup dalam sehingga ia nyaris tenggelam, dan diselamatkanlah dia oleh sahabatnya. Ketika ia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu, ” Hari ini, sahabat terbaikku menyelamatkan nyawaku. “
Si penolong yang pernah menampar sahabatnya tersebut bertanya,
“Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di atas batu? “
Temannya sambil tersenyum menjawab, “Ketika seorang sahabat melukai kita,
kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan apabila di antara sahabat terjadi sesuatu kebajikan sekecil apapun,
kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tetap terkenang tidak hilang tertiup waktu.”
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masa lalu. Belajarlah menulis di atas pasir.
6 comments so far
Leave a reply
masih terus belajar untuk itu..
Well just like me…hampir dink
Hanya saja susah untuk mengingat kebaikan smua orang kepada kita O_o
saya jarang menulis di atas pasir yas, di kertas saja jarang, sudah jamannya paperless dan sandless
)
buat add : tyas juga jarang nulis diatas pasir, tapi ini yang dititik beratkan bukan nulis diatas pasirnya pak jos (he…he…).. bercanda….
buat kukuh : Iya bener juga, kadang klo dia udh melakukan hal yang membuat kita sakit hati, langsung ketutup dech semua kebaikan2 yang pernah dia berikan…. tapi belajar nggak ada salahnya kok, aku juga begitu
enakan menulis di atas air, atau menulis di awan … hahaha …
weitz… Mba’e iso nulis diatas air ato awan…
Huehheeehe….